Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Kamis, 29 Maret 2012

Kamis, 29 Maret 2012

Perpisahan...

Banyak prilaku orang yang mungkin akan sangat berkesan bagi kita terlebih lagijika orang itu pernah mempunyai tempat di hati kita sebab ia
selalu ada memberi solusi atas permasalahan kita, ataukah ia selalu menjadi motifator yang bisa kita andalkan ataukah ia adalah orang yang tanpa harus berkata apa apa sudah bisa memberikan kita semangat karena prilakunya ataukah senyumnya ataupun hal lain yang ada padanya. Sungguh bahagia rasanya mempunyai orang dekat seperti ini tapi satu kesalahan yang yang terkadang sering kita lakukan adalah kita tidak pernah menghargai itu semua intensitas yang terlalu tinggi mengakibatkan kita merasa hal hal mulia seperti adalah hal yang wajar seperti halnya ketika kita menganggap wajar pekerjaan istri kita yang setiap hari memasak mencuci dan melayani kita serta seabrek pekerjaan rumah yang lainnya yang apabila istri kita minta untuk di gaji maka rasanya akan membuat kepala kita pening juga. Itulah kekurangan kita keseringan membuat kita menganggap hal hal mulia itu menjadi biasa.

Dan mungkin ini juga yang saat ini saya rasakan. Hari minggu kemarin menjadi hari terakhir kebersamaan kita dengan sosok guru teman orang tua dan sekaligus ustadz kita yang sangat kita cintai. Walaupun hanya sementara tapi sosok beliau telah memberikan warna tersendiri kepada sekian banyak jamaahnya terlebih bagi kami yang pernah belajar langsung kepadanya. Ketiadaanya telah membuktikan bahwa keahadirannya sangat berharga dan bernilai bagi kami. Ketiaadaannya telah membuktikan bahwa kerjanya begitu nyata dan berarti bagi segenap orang yang pernah mengenalnya dan ketiadaanya juga menjadi tanda tanya akan kah kita mengenal orang seperti itu di kemudian hari.

Kita selau berharapa agar dapat bertemu kembali.amin
Published with Blogger-droid v1.7.4

Senin, 19 Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Tersenyumlah di Jalan Dakwah ini

Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi, lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

Jumat, 09 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

Budaya Bohong


Sebuah iklan di media televisi menunjukkan bahwa ketika  sedari kecil kita telah terbiasa berbohong maka bisa jadi sampai ketika kita beranjak dewasa kita akan terbiasa berbohong. Berbohong adalah pangkal dari segala perilaku buruk kita dengan berbohong apa saja akan kita lakukan untuk menutupi perilaku buruk kita.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates