Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label Taujih Pekanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taujih Pekanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

Sabtu, 08 Juni 2013

Meski Banyak Fitnah yang Melanda, Tokoh-Tokoh PKS Semakin Dicari Warga untuk Isi Pengajian

Ust.Hidayat Nurwahid sedang memberikan Tausyiah

 

KabarPKS.com - Jakarta - Sejak munculnya kasus Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) berbagai fitnah secara beruntun mendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun dibalik fitnah-fitnah tersebut selalu saja ada keuntungan yang didapatkan oleh PKS.

Mulai dari berbondong-bondongnya warga yang mendaftarkan diri untuk bergabung bersama PKS, hingga dukungan dan doa dari berbagai pihak seperti para alim ulama dan tokoh masyarakat.

Kali ini sebuah Majelis Taklim di Rawajati Kecamatan Pancoran mendadak menghubungi kader - kader PKS, mereka meminta bantuan agar dihadirkan dalam pertemuan Majelis Taklimnya, seorang tokoh dari PKS.  Kader pun sibuk mengontak beberapa tokoh - tokoh dari PKS, alhamdulillah  salah satu tokoh nasional dari PKS bisa hadir. Beliau adalah Ust. Hidayat Nur wahid (HNW), tanpa panjang kata beliau langsung memberikan persetujuannya kepada salah seorang kader yang menghubunginya. 

Ust. Hidayat Nur Wahid pun memenuhi janjinya mengisi pengajian sebuah Majelis Taklim di kelurahan Rawajati. Jamaah senang dan tak menduga pengajiannya didatangi dan diisi oleh tokoh nasional sekaliber Ust. Hidayat Nur Wahid. Ibu - ibu Majelis Taklim pun berharap semoga ke depannya tokoh - tokoh PKS terus turun memberi taujih dan pesan moral kepada masyarakat.(dpcpkspancoran/kabarpks)

Sabtu, 22 Januari 2011

Sabtu, 22 Januari 2011

Berinteraksi dengan Al Quran

Sebagai umat Islam kita wajib berbesar hati bahwa Allah Swt telah memuliakan kita dengan menganugrahkan kepada kita kitab suci terbaik sekaligus mengutus nabi terbaik yang pernah ada kepada umat manusiadi muka bumi ini.

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10).

Kemulian adalah adalah akibat yang akan kita peroleh apabila kita bisa berinteraksi dengan baik kepada  Al quran ini adalah penegasan yang disampaikan Allah Swt dalam Surat Al Anbiya diatas.Tapi berinteraksi yang dimaksud bukanlah sekedar membaca saja tanpa mengerti maksud dan tujuannya walaupun demikian masih tetap berpahala disisi Allah Swt yang Maha Pemurah.

Rentetan sejarah telah memperlihatkan betapa orang-orang yang begitu total berinteraksi dengan Al quran telah melahirkan keajaiban-keajaiban yang ia bisa dapatkan dari sebuah sumber yang auntentik dari langit yaitu Al quran. Dari cerita Ashabul Kahfi didalam Al quran seorang pemuda di Andalusia bisa menguraikan teori relatifitasnya Albert Einten  ataukah seorang ilmuan muslim asal mesir yang dapat menguraikan kecepatan cahaya setelah memperdalam kisah Isra mi’raj nya nabi Muhammad Saw.

Ini hanya sepenggal cerita tentang orang-orang yang sukses berinteraksi dengan baik kepada Al quran dan tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi keajaiban-keajaiban  yang akan kita peroleh ketika kita bisa memaksimalkan berinteraksi  dengan Al quran.

Yang terpenting dalam berinterksi dengan Al Quran adalah kita bisa membacanya, tentu ini menjadi hal yang sangat mutlak bagaimana mungkin kita bisa berinteraksi dengan Al Quran kalau tanpa bisa membacanya ini sebuah proses yang panjang dan rumit betapa tidak bahasa arab yang di pakai Al Quran pada waktu itu merupakan  sebuah bahasa yang memiliki tata bahasa yang sangat unik dan sempurna, sehingganya tak heran sering kita mendengarkan guru-guru kita dulu mengatakan salah baca mad panjang dan pendek bisa merusak arti apalagi kalau sampai salah pengucapan hurufnya, bisa lebih parah lagi. Tapi bersyukurlah karena membaca dengan terbata-bata saja bisa mendapat satu pahala.Subhanalllah..

Kemudian tahu dan mengerti arti maksud dan tujuaannya. Sebagai orang yang dilahirkan tidak mengerti bahasa Arab tentu ini menjadi masalah betapa kita menjadi orang yang biasa-biasa saja ketika kita mendengarkan lantunan kata-kata Allah ini atau pada saat kita sholat bisa jadi kita susah menjadi khusu karena tidak mengerti apa yang sedang di baca oleh Imam, sehingga mengerti arti dan maksud sebuah ayat dalam Alquran menjadi sangat penting sekali dan terlebih lagi mengerti asbabun nuzul sebuah ayat atau sebab-sebab turunnya sebuah ayat.

Dan yang ta’kala penting adalah mengamalkan alquran dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga kita laksana Al Quran yang berjalan di muka bumi ini.Amin Ya Rabb.

Disadur separuhnya dari tausyiah pekanan by : Ust ZulAmri

Sabtu, 08 Januari 2011

Sabtu, 08 Januari 2011

Penyakit Hati

Hampir setiap orang bisa menderita penyakit hasad dan dengki ini, cuma bedanya banyak atau sedikit, bertindak atau tidak. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang enam golongan manusia yang dicampakkan ke dalam neraka, satu diantaranya adalah orang atau ulama yang di dalam hatinya terdapat hasad dengki.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan sepertimana api memakan kayu bakar”

Orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit hasad dengki ini, hidupnya tidak akan pernah bahagia, jiwanya senantiasa menderita dan tersiksa. Hatinya selalu tersiksa jika melihat orang lain lebih dari dirinya atau mendapat nikmat serta kejayaan. Dan sebaliknya dia akan bergembira bila orang lain susah dan gagal.
Maka dari itu, hasad dengki inilah penyakit kronis yang merusak perpaduan dan ukhuwah. Akan timbul di dalam masyarakat fitnah memfitnah, dendam mendendam, buruk sangka,mengumpat, mengadu domba, dan dosa-dosa lain yang akan menghapuskan segala kebaikan.
Seseorang yang melayani sifat hasad dengkinya, maka pada hakikatnya dia adalah orang yang paling biadab dengan Allah, sebab secara tidak langsung dia benci kepada Allah, dia tidak redha pada apa yang Allah telah berikan kepada orang lain serta kepada dirinya.Sekalipun ibadahnya banyak, tahajudnya banyak dan shalatnya banyak.

Dalam sebuah kisah para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, terjemahannya : “ wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang berpuasa siang hari dan shalat tahajud di malam harinya, tetapi selalu menyakiti tetangganya dengan lidahnya”. Jawab baginda Rasulullah SAW : “ Tidak ada kebaikan lagi baginya, ia adalah ahli neraka”.

Kemudian dalam sebuah kisah yang lain menyebutkan, ketika Rasulullah berkumpul bersama para Sahabatnya, tiba-tia baginda berkata, “ wahai para sahabatku, sesaat lagi dalam majelis ini akan datang seorang pemuda ahli syurga”. Para Sahabat pun penasaran, siapa yang akan datang ke dalam majelis tersebut, yang Rasulullah sendiri menyebutnya sebagai pemuda ahli Syurga. Maka tak lama setelah itu datanglah Sa’ad bin Abi Waqash ke dalam majelis itu. Rupanya beliaulah yang disebut Rasulullah sebagai Ahli Syurga tersebut. Lantas para sahabatpun sangat “cemburu”, bereka ingin tahu kenapa si pemuda ini disebut sebagai ahli syurga, apa yang menjadi amal ibadahnya sehingga ia layak untuk disebut ahli Syurga oleh Rasulullah?

Maka selepas majelis itu, ada sahabat yang berinisiatif untuk melihat secara dekat si pemuda tadi, akhirnya sahabat ini mengikuti si pemuda sampai rumah. Kemudian sahabat ini meminta izin kepada si pemuda untuk menginap di rumahnya. Maka di izinkanlah sahabat ini menginap.
Tetapi ajaib, sepanjang hari dan sepanjang malam si sahabat ini mengamati si pemuda, ternyata tidak ada ibadah yang istimewa pada diri si pemuda. Dia hanya beribadah yang wajib-wajib saja, malam hari pun si pemuda ini tidak bangun untuk shalat malam. Maka bertambah penasaranlah si sahabat, lantas bertanya, wahai saudaraku, engkau disebut oleh baginda Rasulullah sebagai pemuda ahli Syurga, tetapi aku lihat tidak ada yang istimewa pada amal ibadahmu, bolehkah aku tahu rahasia engkau?”
Si Pemuda terkejut mendengar pertanyaan dari si sahabat, lantas merenung dan menjawab, “mungkin yang menjadikan aku disebut ahli Syurga oleh Rasulullah adalah bahwa hatiku tidak pernah sedikitpun hasad dengki dengan orang lain, bahkan niat untuk hasad dengki pun aku tidak punya”

Orang yang ibadahnya banyak pun masuk neraka karena hasad dengki, apalagi yang tidak pernah tahajud, tidak pernah puasa sunat dan masih bergelimang dengan hasad dengki. Kalau bentul kita beriman kepada Allah, marilah kita insyaf akan penyakit-penyakit hati kita dan memperbaiki dengan cara mujahadatun nafsi atau bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu yang jahat.

Dikutip dari tausyiah pekanan Ust.Asmulyadi Lubis Lc.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates