Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Kamis, 08 Desember 2011

Kesehatan dan Keselamatan Kerja



Bekerja di sebuah perushaan yang bergerak di bidang pertambangan kita tentu dituntut agar lebih sadar terhadap aturan tentang kesehatan dan keselamtan kerja bukan karena dunia pertambangan saja yang butuh keselamatn tapi karena disini reward dan punismentnya sangan jelas sehingga pelaku pertambangan diwajibkan bekerja ekstra keras untuk menangani hal ini apabila masih ingin eksis meraup untung disini

Kamis, 10 Februari 2011

Kamis, 10 Februari 2011

Toleransi

Lagi-lagi kita sebagai umat islam harus mengelus dada, Toleransi dan rasa kebersamaan kita di pertanyakan akibat dua kejadian berturut-turut yaitu di ciukesik Banten dan Temanggung dan harus kita akui itu hilang dari sebagian kita karena pelakunya adalah umat “islam”. Dua kejadian itu menambah deretan sekian banyak peristiwa yang harus diakui bahwa itu adalah tindakan yang anarkis dan tidak di perbolehkan dalam Islam yang saya pahami. Tapi haruskah semua rentetan kejadian-kejadian selama ini harus kita bebankan kepada Umat islam lalu mencapnya sebagai orang yang tidak mempunyai toleransi. Sungguh suatu hal naïf dan tidak adil jika demikain. Walaupun ini bukan pernyataan pembenar  atas tindakan anarkisnya. Karena sesungguhnya semua kejadian yang terjadi selama ini hanyalah merupakan akumulasi kekesalan sebagian umat Islam yang agamanya terus dihina dan dilecehkan sudah cukup   beban perasaan itu dipikul oleh umat Islam selama ini yang selalu saja di rongrong oleh pihak yang tidak suka dengan  Islam.

Berbagai cara dilakukan agar kesan beringas dan anarkis itu dilakukan dari mengajukan gugatan ke MK menyoal pasal penistaan agama yang di tolak, sampai tayangan media yang rasanya cukup tidak adil dan berimbang, sebuah tanyangan diskusi yang menghadirkan para pengacara itu memperlihatkan betapa kita umat islam dipojokkan tapi kalau ada dari agama lain yang berbuat sama maka bahasanya adalah oknum, seorang anggota dewan yang terhormat sampai-sampai harus mempersoalkan para ulama yang berpolitik sehingga katanya mengabaikan umatnya lantas membuat kita bertanya apakah semua ulama yang ada di DPR itu berasal dari ciukesik atau temanggung sehingga ia lupa akan dakwahnya ataukah beliau itu berpikir dakwah itu hanya sekedar ceramah saja di mesjid-mesjid atau taklim-taklim. Padahal DPR sendiri perlu di “dakwahi” karena sering menilep uang rakyat yang pada akhirnya sama membunuh rakyat.Tapi setelah membaca nama dan dan asal fraksinya saya menjadi mahfum dengan perkataannya karena beliau berasal dari partai yang cukup banyak bermasalah  dengan kasus korupsi dan asusilah maka kita mahfum saja atas ketidaksukaannya ada ulama di DPR karena takut di “dakwahi”  yang berakibat hilang kesenangannya selama ini.

Pernyataan anggota dewan yang lain sebagai pembenar kegamangan mbahnya yang tidak mau tegas membubarkan ahmadiyah  mengatakan bahwa didalam agamanya tuhan tidak perlu dibela karena tuhan adalah pembelanya, membuat kita juga harus mahfum karena ajaran tuhannya mengatakan kalau kamu ditampar pipi kirimu maka berikanlah pipi kananmu, nah loh…. Ada yang pernah berbuat demikian???  Maka atas dasar karena tuhan tak perlu dibela maka beliau dengan umatnya mau seenak udelnya melecehkan agama orang seperti  yang terjadi di temanggung, alor, malang dan beberapa tempat lainnya.

Belum lagi hostnya yang mempertanyakan ayat alquran surat Al kafirun, Untukmu agamamu dan Untukku agamaku kemudian melempar pernyataan lantas mengapa masih ada kekerasan kepada ahmadiyah, maka kita menjadi bingung sejak kapan ahmadiyah itu menjadi sebuah agama yang ada ahmadiyah mendompleng Islam kemudian menafsirkan alquran dan hadis seenak jidatnya, mengakui mbah ghulam sebagai nabinya padahal belum ada sejarah sebelumnya ada sebuah agama dengan 2 nabi semua hanya untuk kepentingannya, lantas karena terpojok kemudian mengalihkannya ke peristiwa temanggung tapi lagi-lagi kita harus melongo bingung apa hubungannya mempersilahkan menjalankan dan mengakui eksistensi sebuah agama yang tercermin dalam surat Al Kafirun ayat ke 6 itu dengan ketidakpuasan beberapa orang atas keputusan hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun kepada orang yang telah menghina dan melecehkan agama orang dengan berbuat kerusakan,buset dah cara berpikiirnya lugu banget gitu loh.

Tidak hanya sampai disitu masih ada lagi anggota dewan yang terus menekankan aspek dialog dengan ahmadiyah seakan tidak pernah belajar akan sejarah panjang  ahmadiyah di Indonesia. Alih alih mematuhi SKB 3 mentri yang nota bene bukan mereka yang membuatnya, Tapi mematuhi 12 butir kesepakatan yang telah disetujuinya saja tidak mau, yang mengakibatkan ketidakpuasan umat islam sampai saat ini lantas jalan damai macam apalagi yang mau  di tempuh.apa harus berdamai saja kemudian menerimah ahmadiyah apaadanya kalau memang maunya seperti itu masih banyak umat islam yang lebih senang hidup di penjara sebagai bukti kecintaannya kepada agamanya.

Belum lagi para pengusung kebebasan itu selalu mati-matian membela Ahmadiyah dengan meneriakkan kebebasan berkeyakinan yang harus  di lindungi oleh Bangsa dan Negara tapi ketika ditanya tentang keyakinan umat Islam yang sedang di lecehkan dengan entengnya mereka berpendapat bahwa umat islam harus berbesar hati menerima perbedaan, seperti orang yang amnesia, ia lupa bahwa kebebasan berkeyakinan itu tidak boleh melecehkan agama mainstream yang sudah ada, maka janganlah bingung kalo ke sekian LSM pengusung kebebasan berkeyakinan itu gugatannya tentang undang-undang penistaan agama  itu di tolak oleh MK. 

Maka hanya ada 2 pilihan buat ahmadiyah kembali kepada Islam dengan perpedoman kepada al quran dan sunnah atau keluar dari Islam secara keseluruhan dengan membuat agama baru serta tidak menampilkan atribut dan simbol keislaman,maka akan berlaku bagimu agamamu dan bagiku agamaku dan buat pemerintah hanya satu memfasilitasi dua opsi di atas, jika salah satunya di terima oleh ahmadiyah tapi bila keduanya di tolak maka pemerintah harus siap untuk membubarkan ahmadiyah dan mencapnya sebagai organisasi terlarang dengan dasar keputusan MK karena jelas-jelas penodaan agama telah terjadi.

Lantas bagaimana dengan perilaku anarkis, rasanya kita semua akan sepakat kalau dibawa keranah hukum toh dari sekian banyak agama yang ada melarang kita untuk merusak apalagi membunuh terlebih lagi Islam membunuh hanya di perbolehkan ketika kita terancam nyawanya atau dalam keadaan perang itupun harus dengan ketentuan tidak boleh membunuh wanita dan anak-anak orang tua jompo, tidak di perkenankan merusak rumah ibadah dan menebang pohon. Dan semua itu tercatat dengan sejarah tinta emas sebagai panutan umat islam.

Tapi tentu dengan catatan bisa kah tidak membangunkan singa yang lagi tidur dengan cara seperti di temanggung dan tempat yang lain.

Jumat, 19 November 2010

Jumat, 19 November 2010

Kitab Tanpa Judul

Di kerjaan di dermaga di kantin di rumah di acara rutin mingguan sudah pasti terselip sedikit waktu untuk membicarakan dinamika kehidupan bangsa kita akhir akhir ini,rasanya gatal memang untuk didiamkan mulai dari bencana yang seperti bis karyawan yang lagi ngantri menunggu waktu gilirannya tiba sampai acting  para aparatur negara kita yang bak dagelan opera van java.



Kemudian  kita para audiensnya (baca:rakyat Indonesia) mulai dengan semangat untuk ikut nimbrung membahasnya mulai dengan gaya bicara yang polos mungkin seperti penulis ini, atau sekedar nimbrung mengimbangi lawan bicara yang sudah ada  atau bahkan sampai gaya bicara tingkat tinggi yang seperti seorang pengamat atau praktisi yang sudah tahu dan kenal betul permasalahan yang ada.

Itulah kita dengan dinamika yang ada, urusan bermanfaatkah apa yang kita sampaikan adalah urusan keseratus yang penting unek unek tersalurkan dan emosi kita mendapat lawan yang setimpal.

Belum lagi di tambah krisis lokal bbm susah, ingin menjadi pelanggan  PLN saja  harus inden sampai 2 tahun atau pasangan  PDAM yang tidak pernah jelas.Padahal kita hidup di atas batu bara kita hidup di kelilingi sungai,maka emosi pun membuncah walaupun hanya di dukung logika jongkok.

Semuanya membuat kita terkondisikan sehingga muncullah para kritikus,pengamat,bahkan praktisi dadakan seperti penulis ini.seperti jamur di musim hujan  atau daun yang bergugran di musim gugur tetapi ketika musim berganti maka berganti pulalah fenomena alamnya padahal bisa jadi tahun depan musimnya datang lagi.

Mengkritik, menghina, atau bahkan sampai mencaci maki adalah sudah biasa bahkan dengan dalih untuk perbaikan padahal tanpa kita sadari bibit-bibit apa yang selama ini kita anggap salah atau melenceng telah kita tanam  sendri, karena orientasi berpikir kita selalu dalam skala nasional.Tentu bibit yang kita tanam  tidak pernah bisa berdampak nasional karena ruang lingkup kehidupan kita adala lokal maka dampaknya pun hanya seputar kehidupan kita sehari hari.

Padahal tidak ada jaminan kita yang selama ini selalu  mengkritik, menghina, atau bahkan sampai mencaci maki bisa lebih baik dari mereka apabila suatu saat nanti amanah itu kita pegang.

Sebabnya dalam dalam ruang lingkup lokal saja kita yang setiap ada waktu selalu menyempatkan memngkritik juga tidak bisa berbuat apa apa ketika ada pelanggaran terjadi di depan mata kita padahal bisa jadi secara otoritas kita punya kuasa untuk menghentikan dan member sanksi, memang rasa persaudaraan senasib dan sepenanggungan telah menutup mata hati kita untuk lebih rasional dalam urusan penegakkan aturan.apalagi kalau sampai duit yang berbicara maka gayus pun bersambut.


Atau mungkin dua kasus yang bisa di bilang sama bentuk dan akibat yang ditimbulkan  tetapi mendapat putusan yang berbeda bagaikan langit dan bumi,hanya karena kecintaan orang per oerang sehingga tertutuplah hati kita untuk berbuat adil.

Atau juga mungkin kita sangat tidak suka dengan kelakuan para aparatur Negara yang mau di suap padahal kadang kadang kita juga mau nyuap walaupun dalam skala yang lebih kecil, urus ktp dan sim misalnya.

Maka potret kita selama ini terjawab sudah kita juga termasuk gagal.

Namun ketika ada yang merasa harus bisa menembus batas keburukan yang sudah mentradisi ini maka jadilah ia kitab tanpa judul yang di pandang sebelah mata.

Ironis memang..

Sabtu, 24 April 2010

Sabtu, 24 April 2010

Toleransi Di Tempat Kerja

Toleransi di tempat kerja berarti
menghormati sikap dan kebiasaan
orang lain. Ketika seseorang
melakukan sesuatu dengan cara
yang berbeda atau memiliki sikap
tertentu, anda tidak boleh mencela
atau menghalangi orang tersebut.

Bukan berarti anda harus sependapat
dengan orang tersebut, tapi
anda mentoleransi metode orang
tersebut dalam melakukan sesuatu.
Dalam pekerjaan, akan ada orangorang
yang memiliki kebiasaan yang
tidak sejalan dengan anda. Jika perilaku
tersebut mengganggu pekerjaan
atau perusahaan, anda
memiliki hak untuk bicara pada
orang tersebut atau menghadap ke
manajer. Manajer akan memperkenalkan
diskusi perilaku dan topik
yang pantas di tempat kerja.
Ketika kita tidak toleran terhadap
keyakinan dan kebiasaan seseorang
(ketika kebiasaan tersebut tidak
menyakiti siapapun), hal itu akan
membuat sulit untuk mengakrabkan
diri dengan yang lain. Kita tidak
mungkin selalu sependapat dengan
keyakinan seseorang, jadi bekerja
dengan orang yang hanya sama
dengan anda akan sulit.
Kebanyakan orang akan berargumen
dengan rekan dan teman mengenai
apa yang mereka lakukan
atau mereka pikirkan, tapi kita tidak
membenci orang tersebut karena
mereka terhubung dengan kita.
Oleh karena itu, kita tidak seharusnya
membenci orang yang berbeda
dengan kita dalam hal warna kulit,
agama, lingkungan , dsb., hanya
karena mereka memiliki ketidaksamaan
keyakinan dan kebiasaan.
Buat daftar alternatif apa yang seseorang
bisa selsesaikan ketika
mereka tidak bisa menyatu dengan
seseorang yang bekerja sama dengannya.
Jika itu karena seorang
rekan berperilaku tertentu yang
menyusahkan atau mengganggu
pekerjaan, bicarakan dengan orang
tersebut atau pergi menghadap
manajer.
Karakteristik dari orang yang sulit
diajak bekerja sama - kepercayaan
politik, sikap kurang baik, watak
yang tidak bahagia, tidak mau
membantu, pekerjaan yang buruk,
tidak ramah, dll
Sumber: www.perempuan.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates