Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Minggu, 01 April 2012

Minggu, 01 April 2012

Banjir..."belajar sama ahlinya"

banjir tahunan di tanjung redeb

Setiap tahun yang namanya banjir seingat saya pasti terjadi di berau ini, tapi kali ini adalah yang sangat parah ataupun mungkin pernah juga lebih parah tapi saya ga tahu kali yah, tapi apapun itu yang namanya banjir bukan untuk dibuat tabelnya berdasarkan sklanya tapi bagaimana banjir itu gak akan pernah terjadi lagi, saya sebagai warga Tanjung Redeb patut kuatir dengan hujan yang semalam saja dampaknya sudah sedemikian parah apatah lagi kalau hujannya sampai berhari hari bisa saja rumah saya yang hari ini masih aman kerendam juga akhirnya.

Dari selayang pandang diatas mungkin ada yang berpikir bahwa saya akan memberikan solusi yang dapat mengatasi banjir ini tapi maaf beribu maaf saya hanya berusaha agar setiap kejadian bisa menjadi sebuah tulisan sebagai sarana belajar tapi apapun itu semoga subtansi dari masalah ini tidak hilang begitu saja bahwa banjir adalah masalah bersama yang harus di minimalkan atau di cegah sama sekali sejak dini sehingga tidak menjadi sebuah penyakit yang akut dikemudian hari dan rasanya komitmen ini harus di miliki oleh setiap orang terlebih lagi adalah pemerintah.

Belajar dari ibukota negara kita Jakarta tentu kita tidak ingin seperti itu walaupun telah di berikan kepada ahlinya tetap saja banjir masih terjadi kenapa bisa sebap terjadi kesalahan persepsi dari pengertian banjir itu sendiri, kalau warga jakarta air yang menggenangi rumahnya dan jalan jalan sekitar sudah cukup untuk di sebut banjir tapi gubenurnya malah bertanya mana banjirnya kelihatannya gak ada yang hanyut padahal air sudah sampai lututnya.cape dueh pejabat aja bisa ngeles.

Nah kita diberau ini sebenarnya gak se ekstrim di jakarta lah tapi potensinya sama bahkan bisa jadi lebih parah lagi kalau jakarta hulunya yang dulu hutan pinus dan jati malah jadi hutan beton dan vila kita di berau malah lebih parah lagi hutannya sekalian di habisin jadikan tambang nah loh apa ga patut kuatir kita tapi harusnya semua perlu di buktikan jadi ga asal nuduh saja.

Sesuai judul tulisan ini rasanya pemerintah kita emang harus belajar kepada ahlinya untuk mengatasi banjir ini syukur syukur ga usah belajar tapi bisa ngatasi banjirnya tentu ini lebih hebat lagi tapi yang terpenting jangan menganggap banjir hari ini sebagai hal yang biasa kemudian diam saja tanpa action.semoga
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 29 Maret 2012

Kamis, 29 Maret 2012

Perpisahan...

Banyak prilaku orang yang mungkin akan sangat berkesan bagi kita terlebih lagijika orang itu pernah mempunyai tempat di hati kita sebab ia
selalu ada memberi solusi atas permasalahan kita, ataukah ia selalu menjadi motifator yang bisa kita andalkan ataukah ia adalah orang yang tanpa harus berkata apa apa sudah bisa memberikan kita semangat karena prilakunya ataukah senyumnya ataupun hal lain yang ada padanya. Sungguh bahagia rasanya mempunyai orang dekat seperti ini tapi satu kesalahan yang yang terkadang sering kita lakukan adalah kita tidak pernah menghargai itu semua intensitas yang terlalu tinggi mengakibatkan kita merasa hal hal mulia seperti adalah hal yang wajar seperti halnya ketika kita menganggap wajar pekerjaan istri kita yang setiap hari memasak mencuci dan melayani kita serta seabrek pekerjaan rumah yang lainnya yang apabila istri kita minta untuk di gaji maka rasanya akan membuat kepala kita pening juga. Itulah kekurangan kita keseringan membuat kita menganggap hal hal mulia itu menjadi biasa.

Dan mungkin ini juga yang saat ini saya rasakan. Hari minggu kemarin menjadi hari terakhir kebersamaan kita dengan sosok guru teman orang tua dan sekaligus ustadz kita yang sangat kita cintai. Walaupun hanya sementara tapi sosok beliau telah memberikan warna tersendiri kepada sekian banyak jamaahnya terlebih bagi kami yang pernah belajar langsung kepadanya. Ketiadaanya telah membuktikan bahwa keahadirannya sangat berharga dan bernilai bagi kami. Ketiaadaannya telah membuktikan bahwa kerjanya begitu nyata dan berarti bagi segenap orang yang pernah mengenalnya dan ketiadaanya juga menjadi tanda tanya akan kah kita mengenal orang seperti itu di kemudian hari.

Kita selau berharapa agar dapat bertemu kembali.amin
Published with Blogger-droid v1.7.4

Senin, 19 Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Tersenyumlah di Jalan Dakwah ini

Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi, lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates