Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Minggu, 09 Januari 2011

Minggu, 09 Januari 2011

Ta'mir Al Muttaqien Periode II

Setelah sekian lama tertunda dikarenakan sekian hal.akhirnya sempat juga mengabarkan tentang perubahan kepengurusan ta’mir mesjid di desa suaran. Yang rapat umumnya dilaksanakan tanggal 3 januari lalu atau bertepatan dengan tanggal 28 Muharram 

Sebenarnya tanpa ta’mir sebuah mesjid masih bisa beroperasi dan masih bisa berfungsi sebagai tempat beribadah kepada Allah Swt. Tapi dalam kondisi kekinian terlihat betul bahwa urgensi sebuah ta’mir itu sangat besar dan sangat mutlak berada dalam sebuah mesjid, sebab keberadaan ta’mir jelas sangat berbeda dengat marbot ( istilah orang dulu kepada orang yang bertugas membersihkan mesjid dan kelengkapan lainnya). Ta’mir dalam kondisi kekinian bukan saja sebagai pengatur segala kegiatan peribadatan di dalam sebuah mesjid tapi lebih dari itu ta’mir juga berfungsi untuk mengatur segala kegiatan sehingga bernuansa yang islami bagi jama’ahnya baik itu kegiatan social maupun pendidikan terlebih lagi dalam masalah peribadatan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Walaupun belum bisa menerapkan fungsi sebuah mesjid seperti pada jaman Rasulullah sebagi pusat seluruh kegiatan tapi semaksimal mungkin sebuah ta’mir berupaya menumbuhkan tampilan yang islami dalam setiap kegiatan muamalahnya.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur
seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

(QS 61:4, Ash Shaff)

Berbekal ayat di atas maka terbentuklah kepengurusan mesjid Al Muttaqien Periode ke II dalam Rapat Umum Jama’ah beberapa waktu yang lalu, dengan kepengurusan selengkapnya adalah sebagai berikut.
Ketua
: Muhammad Arifin
Wk. Ketua
: Taufiq
Sekretaris
: Herman Al Khair


Bendahara
: Iswedi




Bidang Peribadatan
: Yasin Sumarsono
Bidang Pendidikan
: Jamiah
Bidang PHBI & Sos.
: M Bahri
Bidang Pembangunan
: Anto
Imam
: Muhammad Nur
Petugas Kebersihan
: Sade

Sabtu, 08 Januari 2011

Sabtu, 08 Januari 2011

Penyakit Hati

Hampir setiap orang bisa menderita penyakit hasad dan dengki ini, cuma bedanya banyak atau sedikit, bertindak atau tidak. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang enam golongan manusia yang dicampakkan ke dalam neraka, satu diantaranya adalah orang atau ulama yang di dalam hatinya terdapat hasad dengki.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan sepertimana api memakan kayu bakar”

Orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit hasad dengki ini, hidupnya tidak akan pernah bahagia, jiwanya senantiasa menderita dan tersiksa. Hatinya selalu tersiksa jika melihat orang lain lebih dari dirinya atau mendapat nikmat serta kejayaan. Dan sebaliknya dia akan bergembira bila orang lain susah dan gagal.
Maka dari itu, hasad dengki inilah penyakit kronis yang merusak perpaduan dan ukhuwah. Akan timbul di dalam masyarakat fitnah memfitnah, dendam mendendam, buruk sangka,mengumpat, mengadu domba, dan dosa-dosa lain yang akan menghapuskan segala kebaikan.
Seseorang yang melayani sifat hasad dengkinya, maka pada hakikatnya dia adalah orang yang paling biadab dengan Allah, sebab secara tidak langsung dia benci kepada Allah, dia tidak redha pada apa yang Allah telah berikan kepada orang lain serta kepada dirinya.Sekalipun ibadahnya banyak, tahajudnya banyak dan shalatnya banyak.

Dalam sebuah kisah para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, terjemahannya : “ wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang berpuasa siang hari dan shalat tahajud di malam harinya, tetapi selalu menyakiti tetangganya dengan lidahnya”. Jawab baginda Rasulullah SAW : “ Tidak ada kebaikan lagi baginya, ia adalah ahli neraka”.

Kemudian dalam sebuah kisah yang lain menyebutkan, ketika Rasulullah berkumpul bersama para Sahabatnya, tiba-tia baginda berkata, “ wahai para sahabatku, sesaat lagi dalam majelis ini akan datang seorang pemuda ahli syurga”. Para Sahabat pun penasaran, siapa yang akan datang ke dalam majelis tersebut, yang Rasulullah sendiri menyebutnya sebagai pemuda ahli Syurga. Maka tak lama setelah itu datanglah Sa’ad bin Abi Waqash ke dalam majelis itu. Rupanya beliaulah yang disebut Rasulullah sebagai Ahli Syurga tersebut. Lantas para sahabatpun sangat “cemburu”, bereka ingin tahu kenapa si pemuda ini disebut sebagai ahli syurga, apa yang menjadi amal ibadahnya sehingga ia layak untuk disebut ahli Syurga oleh Rasulullah?

Maka selepas majelis itu, ada sahabat yang berinisiatif untuk melihat secara dekat si pemuda tadi, akhirnya sahabat ini mengikuti si pemuda sampai rumah. Kemudian sahabat ini meminta izin kepada si pemuda untuk menginap di rumahnya. Maka di izinkanlah sahabat ini menginap.
Tetapi ajaib, sepanjang hari dan sepanjang malam si sahabat ini mengamati si pemuda, ternyata tidak ada ibadah yang istimewa pada diri si pemuda. Dia hanya beribadah yang wajib-wajib saja, malam hari pun si pemuda ini tidak bangun untuk shalat malam. Maka bertambah penasaranlah si sahabat, lantas bertanya, wahai saudaraku, engkau disebut oleh baginda Rasulullah sebagai pemuda ahli Syurga, tetapi aku lihat tidak ada yang istimewa pada amal ibadahmu, bolehkah aku tahu rahasia engkau?”
Si Pemuda terkejut mendengar pertanyaan dari si sahabat, lantas merenung dan menjawab, “mungkin yang menjadikan aku disebut ahli Syurga oleh Rasulullah adalah bahwa hatiku tidak pernah sedikitpun hasad dengki dengan orang lain, bahkan niat untuk hasad dengki pun aku tidak punya”

Orang yang ibadahnya banyak pun masuk neraka karena hasad dengki, apalagi yang tidak pernah tahajud, tidak pernah puasa sunat dan masih bergelimang dengan hasad dengki. Kalau bentul kita beriman kepada Allah, marilah kita insyaf akan penyakit-penyakit hati kita dan memperbaiki dengan cara mujahadatun nafsi atau bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu yang jahat.

Dikutip dari tausyiah pekanan Ust.Asmulyadi Lubis Lc.

Sabtu, 01 Januari 2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru

Mumpung masih tanggal 1 di tahun yang baru ini, sehingga masih ada korelasi judul dan semangat tulisan ini. Masih di hari min 3 aja hingar bingar  sudah terasa. mulai dari penentuan jenis acara, tempat acara sampai seluruh budget juga telah diatur.

Iseng iseng nanya kebeberapa  teman,  tahun baru mau ngapain bro, dan jawaban tentu pula beragam mulai dari yang mau ngumpul bareng teman sambil bakar-bakar sampai jalan-jalan ke tepian atau buat acara patungan bareng teman kerja pokoknya lengkap deh.

Trus iseng-iseng nanya lagi kalo makna tahun baru apa broo. Teman pertama “ tahun baru, suasana harus baru biar semangat juga baru”.  Teman kedua “ sing penting bisa bakar-bakar trus ngumpul trus hitung mundur waktu”

Jawaban yang beragam memang tetapi semakin meyakinkan bahwa rasa-rasanya kita terlalu berlebihan dalam memaknai seremonial tahun baru padahal tidak ada sesuatu hal  penting yang menjadi latar belakang perayaannya selain hanya peralihan tanggal dan tahun dari 31 desember ke 1 januari. Belum lagi system kalender yang kita  pakai pun beragam walaupun yang umum adalah kalender masehi. Tapi perlakuan tentu tidak sama  kita tunjukkan padahal kalau mau sedikit belajar sejarah justru di system kalender yang lain malah ada yang begitu ruarr biasa latar belakangnya.yang bisa kita jadikan momentum perubahan.

Yang masih memaknainya menurut saya justru teman-teman saya yang umat nasrani dengan acara kebaktian atau semacamnya karena memang tahun masehi adalah memperingati hari lahirnya nabi Isa As. Karena tahun-tahun sebelum itu biasa di sebut BC (before Christ) tidakkah itu kemudian menjadi sebuah perayaan khusus umat Nasrani? Kenyataannya, seluruh dunia merayakannya. Muslim, Buddha, Hindu, Konghucu, semua masyarakat yang berada di kota maupun kampung-kampung. Lalu apakah yang membuat mereka merasa 'harus' merayakan tahun baru masehi, padahal tidak berhubungan dengan kepercayaan mereka? Jawabannya ada lima:1. latah, 2. latah, 3. latah, 4. latah, 5. latah

Tahun Baru Perubahan Baru ???

Bisakah dengan momentum tahun baru membawa perubahan baru, rasa-rasanya dengan otak jongkok pun kita bisa bilang tidak.loh kok bisa ???.yah sangat bisa, semalam suntuk kita begadang belum lagi budget yang luar biasa kita kucurkan  lantas esok harinya kita bangun kesiangan maka dihari pertama saja kita telah gagal.   Merancang sebuah perubahan tidak akan pernah bisa hanya dengan sebuah momentum karena masa pasti akan terus berganti tetapi merancang sebuah perubahan harus di awali dengan sebuah semangat sebab  semangat pasti akan terus begelora selama keinginan itu masih ada.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates