Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Sabtu, 08 Januari 2011

Sabtu, 08 Januari 2011

Penyakit Hati

Hampir setiap orang bisa menderita penyakit hasad dan dengki ini, cuma bedanya banyak atau sedikit, bertindak atau tidak. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang enam golongan manusia yang dicampakkan ke dalam neraka, satu diantaranya adalah orang atau ulama yang di dalam hatinya terdapat hasad dengki.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan sepertimana api memakan kayu bakar”

Orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit hasad dengki ini, hidupnya tidak akan pernah bahagia, jiwanya senantiasa menderita dan tersiksa. Hatinya selalu tersiksa jika melihat orang lain lebih dari dirinya atau mendapat nikmat serta kejayaan. Dan sebaliknya dia akan bergembira bila orang lain susah dan gagal.
Maka dari itu, hasad dengki inilah penyakit kronis yang merusak perpaduan dan ukhuwah. Akan timbul di dalam masyarakat fitnah memfitnah, dendam mendendam, buruk sangka,mengumpat, mengadu domba, dan dosa-dosa lain yang akan menghapuskan segala kebaikan.
Seseorang yang melayani sifat hasad dengkinya, maka pada hakikatnya dia adalah orang yang paling biadab dengan Allah, sebab secara tidak langsung dia benci kepada Allah, dia tidak redha pada apa yang Allah telah berikan kepada orang lain serta kepada dirinya.Sekalipun ibadahnya banyak, tahajudnya banyak dan shalatnya banyak.

Dalam sebuah kisah para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, terjemahannya : “ wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang berpuasa siang hari dan shalat tahajud di malam harinya, tetapi selalu menyakiti tetangganya dengan lidahnya”. Jawab baginda Rasulullah SAW : “ Tidak ada kebaikan lagi baginya, ia adalah ahli neraka”.

Kemudian dalam sebuah kisah yang lain menyebutkan, ketika Rasulullah berkumpul bersama para Sahabatnya, tiba-tia baginda berkata, “ wahai para sahabatku, sesaat lagi dalam majelis ini akan datang seorang pemuda ahli syurga”. Para Sahabat pun penasaran, siapa yang akan datang ke dalam majelis tersebut, yang Rasulullah sendiri menyebutnya sebagai pemuda ahli Syurga. Maka tak lama setelah itu datanglah Sa’ad bin Abi Waqash ke dalam majelis itu. Rupanya beliaulah yang disebut Rasulullah sebagai Ahli Syurga tersebut. Lantas para sahabatpun sangat “cemburu”, bereka ingin tahu kenapa si pemuda ini disebut sebagai ahli syurga, apa yang menjadi amal ibadahnya sehingga ia layak untuk disebut ahli Syurga oleh Rasulullah?

Maka selepas majelis itu, ada sahabat yang berinisiatif untuk melihat secara dekat si pemuda tadi, akhirnya sahabat ini mengikuti si pemuda sampai rumah. Kemudian sahabat ini meminta izin kepada si pemuda untuk menginap di rumahnya. Maka di izinkanlah sahabat ini menginap.
Tetapi ajaib, sepanjang hari dan sepanjang malam si sahabat ini mengamati si pemuda, ternyata tidak ada ibadah yang istimewa pada diri si pemuda. Dia hanya beribadah yang wajib-wajib saja, malam hari pun si pemuda ini tidak bangun untuk shalat malam. Maka bertambah penasaranlah si sahabat, lantas bertanya, wahai saudaraku, engkau disebut oleh baginda Rasulullah sebagai pemuda ahli Syurga, tetapi aku lihat tidak ada yang istimewa pada amal ibadahmu, bolehkah aku tahu rahasia engkau?”
Si Pemuda terkejut mendengar pertanyaan dari si sahabat, lantas merenung dan menjawab, “mungkin yang menjadikan aku disebut ahli Syurga oleh Rasulullah adalah bahwa hatiku tidak pernah sedikitpun hasad dengki dengan orang lain, bahkan niat untuk hasad dengki pun aku tidak punya”

Orang yang ibadahnya banyak pun masuk neraka karena hasad dengki, apalagi yang tidak pernah tahajud, tidak pernah puasa sunat dan masih bergelimang dengan hasad dengki. Kalau bentul kita beriman kepada Allah, marilah kita insyaf akan penyakit-penyakit hati kita dan memperbaiki dengan cara mujahadatun nafsi atau bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu yang jahat.

Dikutip dari tausyiah pekanan Ust.Asmulyadi Lubis Lc.

Sabtu, 01 Januari 2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru

Mumpung masih tanggal 1 di tahun yang baru ini, sehingga masih ada korelasi judul dan semangat tulisan ini. Masih di hari min 3 aja hingar bingar  sudah terasa. mulai dari penentuan jenis acara, tempat acara sampai seluruh budget juga telah diatur.

Iseng iseng nanya kebeberapa  teman,  tahun baru mau ngapain bro, dan jawaban tentu pula beragam mulai dari yang mau ngumpul bareng teman sambil bakar-bakar sampai jalan-jalan ke tepian atau buat acara patungan bareng teman kerja pokoknya lengkap deh.

Trus iseng-iseng nanya lagi kalo makna tahun baru apa broo. Teman pertama “ tahun baru, suasana harus baru biar semangat juga baru”.  Teman kedua “ sing penting bisa bakar-bakar trus ngumpul trus hitung mundur waktu”

Jawaban yang beragam memang tetapi semakin meyakinkan bahwa rasa-rasanya kita terlalu berlebihan dalam memaknai seremonial tahun baru padahal tidak ada sesuatu hal  penting yang menjadi latar belakang perayaannya selain hanya peralihan tanggal dan tahun dari 31 desember ke 1 januari. Belum lagi system kalender yang kita  pakai pun beragam walaupun yang umum adalah kalender masehi. Tapi perlakuan tentu tidak sama  kita tunjukkan padahal kalau mau sedikit belajar sejarah justru di system kalender yang lain malah ada yang begitu ruarr biasa latar belakangnya.yang bisa kita jadikan momentum perubahan.

Yang masih memaknainya menurut saya justru teman-teman saya yang umat nasrani dengan acara kebaktian atau semacamnya karena memang tahun masehi adalah memperingati hari lahirnya nabi Isa As. Karena tahun-tahun sebelum itu biasa di sebut BC (before Christ) tidakkah itu kemudian menjadi sebuah perayaan khusus umat Nasrani? Kenyataannya, seluruh dunia merayakannya. Muslim, Buddha, Hindu, Konghucu, semua masyarakat yang berada di kota maupun kampung-kampung. Lalu apakah yang membuat mereka merasa 'harus' merayakan tahun baru masehi, padahal tidak berhubungan dengan kepercayaan mereka? Jawabannya ada lima:1. latah, 2. latah, 3. latah, 4. latah, 5. latah

Tahun Baru Perubahan Baru ???

Bisakah dengan momentum tahun baru membawa perubahan baru, rasa-rasanya dengan otak jongkok pun kita bisa bilang tidak.loh kok bisa ???.yah sangat bisa, semalam suntuk kita begadang belum lagi budget yang luar biasa kita kucurkan  lantas esok harinya kita bangun kesiangan maka dihari pertama saja kita telah gagal.   Merancang sebuah perubahan tidak akan pernah bisa hanya dengan sebuah momentum karena masa pasti akan terus berganti tetapi merancang sebuah perubahan harus di awali dengan sebuah semangat sebab  semangat pasti akan terus begelora selama keinginan itu masih ada.


Kamis, 30 Desember 2010

Kamis, 30 Desember 2010

Doa Kami Untukmu

Hari ini kau telah genap berusia 11 bulan nak, yang pasti kamu belum mengerti apa-apa tentang hidup. Tapi tentu tidak dengan kami orang tuamu sedari awal saat kami tahu kamu akan hadir menemani kami dengan izin penciptamu. Telah begitu banyak persiapan yang kami lakukan sebatas kemampuan kami.

Dalam harapan dan doa-doa kami, kami ingin kamu tumbuh menjadi satu dari sekian juta umat yang senantia memperjuangkan agama ini. Sehingganya kamu bisa mengantarkan kami meraih rahmatnya .Sehingganya kami juga bisa mempertanggung jawabkan amanah kami.

Kamu adalah titipan sekaligus amanah tentu itu membutuhkan keahlian khusus yang sebelumnya tak pernah ada pada kami. Tapi itulah tantangan bagi kami sekaligus ladang pahala bagi kami, bukan bebanmmu untuk membalas semua itu tapi cukuplah hormati kami sebatas kepatuhanmu kepada Tuhanmu. Pelihara kami kelak sebatas perintah Nabimu kepadamu.

Ya Allah jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang selalu mendirikan sholat, Ya Allah, kabulkanlah doaku. 

Ya Allah jadikanlah isteri dan keturunan kami sebagai buah hati kami dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertakwa. 

Ya Allah berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada  ibu-bapakku, dan agar aku dapat beramal soleh yang Engkau ridhoi, jadikanlah keturunanku orang-orang  yang soleh, sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. 

Aku serahkan anak-anakku di bawah perlindungan kalimat Allah yang sempurna dari ganguan setan, mara bahaya dan dari pandangan yang penuh kedengkian. 

Ya Allah berkahilah anak-anakku, janganlah Engkau celakan mereka, karuniailah aku ketaatan mereka, jadikanlah mereka buah hati Nabi Muhammad SAW dan kedua orang tua mereka. 

Ya Allah berilah mereka ilmu para arifin, jadikanlah mereka faqih (alim) dalam agama, ajarkan kepada mereka pengetahuan takwil, dan tuntunlah mereka ke jalan yang lurus dan benar, dan jadikanlah mereka ulama yang mengamalkan ilmunya, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh. 

Ya Allah tumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat  petunjuk. 

Ya Allah berilah mereka taufik untuk menyintai-Mu, mentaati-Mu dan   mencari keri-dhoan-Mu. Ajarkanlah kepada mereka semua yang bermanfaat  dan berilah mereka manfaat dari semua yang Kau ajarkan. 

Ya Allah lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun   tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan.

Ya Allah mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan dan  niat mereka .

Ya Allah berilah mereka kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. 

Ya Allah bantulah mereka agar dapat mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baik amal ibadah. 
Ya Allah akhirilah semua urusan mereka dengan keberhasilan dan  selamatkanlah mereka dari kehinaan dunia dan akhirat. 

Ya Allah jadikanlah pendengaran, pandangan dan kekuatan mereka menyenangi jalan petunjuk-Mu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) mereka  patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad SAW. 

Ya Allah selamatkanlah mereka, berilah kesehatan dan maafkanlah mereka, panjangkan umur mereka dalam ketaatan dan keridhoan-Mu, terimalah amal mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan  Engkaulah yang patut megabulkan doa. Dan limpahkanlah solawat dan salam kepada Sayyida Muhammad SAW serta kepada para keluarga dan sahabatnya.

Do’a “Birrul Walidain” Karya Syeikh Muhammad Abil Hibb  Al-Hadharami At-Tarimi



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates