Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Sabtu, 14 September 2013

Sabtu, 14 September 2013

Halal bi Halal Keluarga Besar PT.Berau Coal 2013



Alhamdulillah bagi saya, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bekerja di sebuah tempat yang selalu memberikan kesempatan dan fasilitas kepada segenap pekerjanya untuk senantiasa menjalin silaturahim dengan sesama  pekerja dalam acara rutin tahunan Halal bi Halal. Walaupun acara yang digelar sudah diluar bulan syawal tapi Insya Allah semangat Idul Fitri masih sangat terasa di segenap teman teman pekerja yang hadir.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Sabtu, 17 Agustus 2013

Merdeka ga' Yah


Sekarang kita telah merdeka selama 68 tahun, tapi saya pikir kita merdeka hanya sebatas karena kita sedang tidak berperang dengan negara lain, kita..... Bangsa ini... sedang tidak memanggul senjata kemudian memberondongkannya kepada tentara tentara belanda seperti para kakek dan buyut kita tempo dulu. Sekali lagi defenisi merdeka yang kita punyai hanya sebatas itu saja.

Selasa, 18 Juni 2013

Selasa, 18 Juni 2013

Halaqoh story


setiap moment terkadang datang sendiri tapi terkadang juga harus dibuat
Mengingat kembali tausyiah ustadz Budi beberapa pekan lalu dalam kegiatan halaqoh sekaligus ta’syiah di rumah salah seorang ikhwah, jadi teringat kembali tentang urgensi halaqoh yang pernah beliau sampaikan.
 

Minggu, 09 Juni 2013

Minggu, 09 Juni 2013

Ingin Sehat, PKS Berau Rutinkan Senam PKS Nusantara

Salah satu ciri dari organisasi yang sehat adalah konsisten dalam menjalakan salah satu agenda oleh para anggotanya. Hal inipulah lah yang menjadi konsistensi dari kader PKS Berau.

Bertempat di halaman mesjid Nurul Ilmi sejumlah kader PKS Berau  melaksanakan olah raga pagi berupa senam PKS Nusantara yang merupakan kegiatan rutin bulanan dari DPD PKS Berau. Sebagai kader Partai yang mempunyai agenda yang sangat padat maka mempunyai tubuh dan jiwa yang sehat adalah sebuah keharusan.

Olah raga bersama seperti ini merupakan kegiatan yang dilakukan setiap dua minggu sekali yang di selingi dengan kegiatan yang lain yakni Kajian Ahad Pagi. Sehingga bisa disimpulkan bahwa para kader PKS di berau ini seminggu sekali ngumpul di dalam mesjid kemudian minggu depannya ngumpulnya di luar mesjid jadi hari ini sehatkan badan minggu depan sehatkan jiwa.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 6 pagi ini dan berakhir jam 8, terasa cukup ramai dengan kehadiran beberapa anak anak  kader yang ikut nimbrung dengan gerakan seadanya begitu pun dengan para ibu ibunya. walaupun hanya demikian tapi sangat lebih baik dari pada tidak ada gerakan sama sekali.

Salah seorang peserta yang di wawancarai menyampaikan bahwa olahraga seperti ini punya banyak sekali manfaat, kalau sehat Insya Allah itu akan tercapai tapi lebih dari itu olah raga bersama seperti ini merupakan ajang silaturahim antar sesama kader dan keluarganya sekaligus sarana refresing setelah sepekan kita sibuk dengan segala aktifitas kita. Sehingganya harapan kita kejenuhan kita selama sepekan dapat terobati disini. Tutur bapak iskandar pagi ini. Walaupun beliau yang paling senior dan sepuh tapi semangatnya sungguh luar biasa.

Insya Allah Kader yang sehat akan lebih siap menerima segala tantangan dakwah kedepannya.Allahu Akbar
@abualifah

Sabtu, 08 Juni 2013

Sabtu, 08 Juni 2013

Meski Banyak Fitnah yang Melanda, Tokoh-Tokoh PKS Semakin Dicari Warga untuk Isi Pengajian

Ust.Hidayat Nurwahid sedang memberikan Tausyiah

 

KabarPKS.com - Jakarta - Sejak munculnya kasus Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) berbagai fitnah secara beruntun mendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun dibalik fitnah-fitnah tersebut selalu saja ada keuntungan yang didapatkan oleh PKS.

Mulai dari berbondong-bondongnya warga yang mendaftarkan diri untuk bergabung bersama PKS, hingga dukungan dan doa dari berbagai pihak seperti para alim ulama dan tokoh masyarakat.

Kali ini sebuah Majelis Taklim di Rawajati Kecamatan Pancoran mendadak menghubungi kader - kader PKS, mereka meminta bantuan agar dihadirkan dalam pertemuan Majelis Taklimnya, seorang tokoh dari PKS.  Kader pun sibuk mengontak beberapa tokoh - tokoh dari PKS, alhamdulillah  salah satu tokoh nasional dari PKS bisa hadir. Beliau adalah Ust. Hidayat Nur wahid (HNW), tanpa panjang kata beliau langsung memberikan persetujuannya kepada salah seorang kader yang menghubunginya. 

Ust. Hidayat Nur Wahid pun memenuhi janjinya mengisi pengajian sebuah Majelis Taklim di kelurahan Rawajati. Jamaah senang dan tak menduga pengajiannya didatangi dan diisi oleh tokoh nasional sekaliber Ust. Hidayat Nur Wahid. Ibu - ibu Majelis Taklim pun berharap semoga ke depannya tokoh - tokoh PKS terus turun memberi taujih dan pesan moral kepada masyarakat.(dpcpkspancoran/kabarpks)

Nikmati Jalan Dakwah....

Oleh : Cahyadi Takariawan*

Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya.

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.

Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.


Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun” atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.

Kamu siapa ?

“Saya pengurus partai dakwah”. Ini bisa disebut.

“Saya pejabat publik yang diusung oleh partai dakwah”. Ini juga bisa disebut.

“Saya pemimpin organisasi dakwah”. Ini sangat mudah disebut.

“Saya kepala daerah yang dicalonkan dari partai dakwah”. Ini cepat disebut.

Tapi, kamu siapa ?

“Saya orang yang selalu berdakwah. Pagi, siang, sore dan malam. Kelelahan adalah kenikmatan. Perjuangan adalah kemuliaan. Saya bahkan tidak tahu, apa nama diri saya. Karena saya lebih suka memberikan hal terbaik bagi dakwah, daripada mencari definisi saya sebagai apa di jalan ini”.


Ya. Nikmati saja jalan ini. Sebagai apapun, atau tidak sebagai apapun diri kita di jalan dakwah. Jangan gagal menikmati.


12 Oktober 2011

Selesai Rapat di Markaz Dakwah, Simatupang.

Pakar Tatanegara: SBY Langgar Konstitusi Kalau Paksa PKS Dukung Kenaikan BBM

 
 
Kontrak koalisi hanya bisa mengikat hubungan Presiden SBY sebagai Ketua Koalisi dengan menteri-menteri yang dari partai politik.
SBY sangat paham dirinya tidak boleh mengikat DPR dalam hubungan koalisi terkait sebuah kontrak. Karena hal itu akan membuat SBY melakukan tindakan inkonstitusional.
Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Asep Warlan Yusuf kepada wartawan, Jumat (7/6).
“Jadi memang, yang diikat oleh SBY adalah para menteri dari parpol dan bukan fraksi koalisi di DPR. Dan faktanya semua menteri di kabinet termasuk yang dari PKS menerima dan mendukung kebijakan SBY. Tinggal diputuskan saja apakah hal itu cukup atau tidak dan apakah SBY merasa terganggu dengan kebijakan Fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM,” kata Asep.
Posisi Fraksi Partai Demokrat di DPR, menurut dia, tidak bisa mendesak Fraksi PKS untuk menerima keinginan SBY. Karena kontrak dilakukan bukan dengan Fraksi Partai Demokrat, tapi dengan SBY.
"Tentunya Fraksi Partai Demokrat tidak bisa mengatur Fraksi PKS, apalagi menuduh munafik dan bermuka dua. Sebab fraksi itu  juga mitra koalisi dan sama kedudukannya dengan  Fraksi PKS. Di sisi lain, SBY sendiri tidak bisa memaksa karena tidak punya kontrak dengan Fraksi PKS dan kalaupun ada kontrak tersebut maka kontrak itu inkonstitusional dan pelanggaran konstitusi oleh SBY. Tentunya akan membuat SBY bisa di-impeacht. Itu  kalau memang ada kontrak SBY dan Fraksi PKS,” tegasnya.
Dari semua polemik ini, tegasnya kuncinya ada pada SBY sebagai Ketua Koalisi dan juga Presiden yang memiliki hak prerogratif untuk mengangkat atau mengganti menteri-menterinya.
Sebenarnya, kata Asep, kalau SBY mau pecat menteri-menteri PKS, bisa saja karena dia memiliki hak prerogatif. Tapi Asep melihat SBY mengalami dilema yang malah seperti menunjukkan dirinya “bermuka dua.” Satu sisi seharusnya dia paham tidak bisa memaksa DPR, tapi sisi lain tetap memaksa. "Lagi pula dia punya wewenang untuk memecat menteri-menetri PKS tanpa harus memerintahkan Fraksi Partai Demokrat untuk memaksa Fraksi PKS menerima kebijakannya,” demikian Asep.

*http://m.rmol.co/news.php?id=113597

Minggu, 19 Mei 2013

Minggu, 19 Mei 2013

Catatan Harian

Setelah diagendakan dan sempat beberapa kali di undur akhirnya jumat kemarin baru kesampaian untuk halaqoh sekaligus ta’siyah dirumah akhuna supardi di Gunung Tabur , yang beberapa pekan lalu sedang Allah uji kesabaran dan keikhlasannya dengan kepulangan anaknya tercinta ke pangkuan Ilahi.
 
picture from google
Pertemuan yang sedari awal di agendakan hanya sekedar untuk ta’syiah terasa berbeda karena hadirnya seorang ustadz yang baru kita kenal yang datang dari Jakarta dan sekarang sedang bermukim di berau, Manager di salah satu perusahaan tambang di Berau inipun di daulat untuk menyampaikan materi kepada ikhwah yang hadir. Seperti biasa acara di buka dengan tilawah kemudian dilanjutkan dengan materi oleh beliau. Ada beberapa agenda halaqoh yang dilewatkan mengingat acara baru dimulai sekita pukul 10 malam.
Dalam penyampaiannya ustadz Budi syahputra, begitulah beliau memperkenalkan namanya ketika ta’aruh menyampaikan bahwa dakwah yang kita bangun selama 15 tahun ini berkembang sangat dinamis, masih jelas dalam ingatan beliau tentang pengalamannya, ketika melihat ibu ibu pada waktu itu sampai dengan urusan busana yang sangat khas dan sangat dijaga bahkan terkesan sangat inklusif sekali begitupun dengan ikhwannya tapi sekali lagi suasana spiritual waktu itu adalah pondasi yang kokoh yang menghujam kebumi ketika dinamika perkembangan dakwah itu kita ikuti dengan mencanangkan diri sebagai gerakan politik yang terbuka pada mukernas di Bali beberapa tahun silam maka kita tidak melihat ada gejolak yang terlalu berarti apalagi sampai terjadi perpecahan terlebih lagi sampai muncul faksi keadilan dan faksi kesejahteraan seperti yang sering diberitakan media selama ini. Walaupun ada beberapa kader yang mempertanyakan hal itu tapi masih dalam batas kewajaran sebagai sebuah organisasi dan perbedaan pendapat itu lumrah bahkan sangat wajar sekali. Bahkan hal itu merupakan indikator kedewasaan kita dalam berorganisasi.
Selanjutnya beliau menyampakain bahwa harus kita pahami, melihat sebuah halaqoh jangan hanya dari sudut pandang sebagai sarana untuk mentransfer dan menerima ilmu atau majelis ilmu saja. Sebab kalau itu terjadi maka kita punya titik jenuh yang suatu waktu akan muncul, inilah yang membuat beberapa kelompok halaqoh yang hari demi hari akan berkurang kehadirannya, diera sekarang ini kalau kita melihat halaqoh sebagai majelis ilmu saja, maka tidak perlu ada pertemuan cukup baca buku saja atau searching di internet maka materi halaqoh yang sebulan bisa habis kita baca dalam waktu sejam lanjut beliau, tapi lebih dari itu halaqoh selain untuk tempat berbagi dan menerima ilmu tapi juga sebagai sarana untuk membangun kebersamaan sekali lagi kebersamaan. Tumbuhkan ikatan hati dan keimanan, antum tidak akan bisa merasakan kebersamaan kalau tidak pernah melihat wajah saudara antum jabat erat tangannya cium pipi kiri dan kanan tanyakan kabarnya, makanya agenda halaqoh kita tidak hanya materi tapi ada juga qodayah, afkar jadidah, majmu rosail dan lain sebagainya ini adalah sarana membangun kebersamaan.sehingganya kunci dari halaqoh adalah pertemuan antum sempatkan untuk hadir walaupun hanya sebentar jangan sampai ada kata tidak sempat selama antum masih bisa makan dan mandi berarti antum masih punya waktu dan kesempatan untuk halaqoh. Yang ada antum harus punya management waktu yang bagus serta pengelolaan waktu yang tepat.
Dengan tumbuhnya ikatan hati dan keimanan maka fungsi halaqoh itu akan muncul salah satunya ketika saudara kita mengalami masalah atau ujian dia akan merasa halaqoh itu ada gunanya minimal ada kita yang bisa menghiburnya mencarikan solusi dan jalan keluar atas apa yang sedang ia hadapi. Pengalaman pribadi ana mengatakan demikian. Ustadz Budi menceritakan pengalaman pribadinya pernah ia dan istrinya bersamaan masuk ke rumah sakit dan kebetulan di kota itu beliau tidak punya keluarga sama sekali tapi Alhamdulillah dari 6 orang teman halaqohnya setiap dua hari ada yang piket satu orang untuk menjaganya, kenang beliau.
Terlebih lagi di saat musibah yang seperti sekarang ini hadir, kita seakan diserang dari segala penjuru dipojokkan di caci maki bahkan sampai difitnah membaca dan menonton media yang umum seakan kita sedang menghadapi perang urat syaraf  maka lagi lagi fungsi halaqoh itu akan muncul. Kehadiran dan kebersamaan kita ibarat air di tengah gurun saling berbagi informasi saling menguatkan saling menasehati karena tentu gejolak gejolak pasti akan hadir dalam hati kita. Begitulah sunnatullah mengajarkan kita, gerakkan dakwah tidak akan punya tantangan yang berarti kalau hanya di suarakan di mimbar mimbar di konfrensi konfrensi, kita tidak akan punya masalah kalau hanya sekedar mengingatkan orang tentang shalat dan puasa di kutbah jumat,kita akan berjalan mulus kalau hanya berani takbir didalam mesjid saja. Tapi gerakan kita tidak hanya sebatas sampai disitu saja gerakan yang kita bangun telah mengancam eksistensi mereka. Politik mereka sedikit demi sedikit mulai berkurang ekonomi, pendidikan ketahanan pangan mulai kita bangun pemberantasan korupsi adalah urat nadi perjuangan kita dan telah kita persembahkan bakti kita 15 tahun ini untuk ibu pertiwi dengan menjaga kader gerakan ini dari manisnya godaan korupsi.
Terakhir beliau menutup halaqoh dengan berpesan tentang dua hal yang pertama tentang kisah Asyi syahid Hasan Al Banna ketika ditanya oleh murid beliau kenapa seakan semua orang memusuhi kita maka jawaban beliau, itu adalah tanda bahwa hanya kepada Allah lah kita harus bersandar, hanya Allah lah tempat kita mengadu dan meminta dan yang kedua adalah ketika kita mendapatkan berita atau posisi yang menggembirakan atau menguntukan kita maka jangan berlarut larut dalam kegembiraan tapi lanjutkan dengan kerja.
Mengakhiri halaqoh sekaligus ta’syiah malam ini sebagai menu penutup yang wajib adalah doa Rabitah dan doa kafaratul majelis.
@abualifah

Sabtu, 21 April 2012

Sabtu, 21 April 2012

Wahai Pejuang Kesetaraan Gender.... Siapa Yang, Anda Ikuti Sebenarnya?


Setiap tahun, tepat tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, Tokoh yang dianggap meletakkan dasar-dasar kesetaraan
derajat antara laki-laki dengan perempuan, yang saat ini lazim disebut sebagai kesetaraan gender.

Apakah memang seperti itu kehendak Kartini dahulu?

Kalau kita mengupas buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang selama ini dianggap sebagai buku 'Motivasi' para pejuang kesetaraan gender, maka
sepertinya akan jauh panggang dari api. Terlebih lagi jika sudah merambah pada tidak hanya sekedar kesetaraan gender, namun sudah sampai pada taraf kebablasan gender. berikut beberapa kutipan dari buku yang merupakan kumpulan dari surat-surat Kartini pada sahabat-sahabat pena-nya yang rata-rata orang Belanda :

"Kami disini memohon diusahakan pelajaran dan pendidikn untuk anak-anak perempuan. Bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak
perempuan itu menjadi saingan bagi laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi
kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, ...kewajiban yang diserahkan oleh alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya, menjadi ibu, menjadi pendidik manusia yg pertama"

(surat Kartini kpd prof Anton & nyonya).

"Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu HAMBA ALLAH",

(surat Kartini kpd Ny Abendanon).

Dalam surat-surat Kartini pula diceritakan bahwa Kartini sedang mengagumi sebuah ayat Al Qur'an
yang dia dengar tafsirnya dari Kyai Sholeh Darat, seorang ulama pesisir yang menjelaskan mengenai surat Al Baqarah ayat 257. "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)...." yang dalam bahasa Arabnya adalah "minadz dzulumaati ilannuuri" Kalimat inilah yang kemudian ditafsirkan secara kurang tepat menjadi "Habis Gelap Terbitlah
Terang" yang lalu menjadi judul buku KumpulanSurat-surat kartini ini.

Kartini yang dalam surat-suratnya ingin kembali pada fitrahnya sebagai Ibu,Sebagai pendidik bagi anak-anaknya agar anak-anaknya menjadi sholih dan sholihah telah diselewengkan menjadi
pemahaman yang tak tentu arahnya...

Wahai pejuang kesetaraan gender... siapa yang anda ikuti sebenarnya?

sumber: web dpw pks yogya
Published with Blogger-droid v1.7.4

Jumat, 13 April 2012

Jumat, 13 April 2012

Ila Liqo


Malam baru saja kembali ke peraduannya, tiba tiba saja bunyi gemericik air hujan turun bersahut sahutan seakan sedang berlomba menjadi juara yang pertama menyentuh bumi, disudut rumah yang sebagian tiang tiangnya masih berdiri sendiri sesekali kupandangi air yang mengalir di samping pondasi rumahku yang belum jadi ini.

Akhhhh rasanya lebih nyaman kalau malam ini aku hanya tidur-tiduran dikamar dengan selimut tebal diiringi alunan musik lagu-lagu bugis tempo dulu yang senantiasa mengajarkan kesederhanaan dan semangat bekerja keras atau kah ditemani oleh murottal quran yang baru saja ku download dari situs al sofwah atau kah ditemani si kecil yang setiap hari selalu saja bertambah pengetahuannya yang membuat hati ini selalu saja ingin cepat-cepat pulang ketika berada ditempat kerja. Rasa rasanya banyak juga kegiatan yang bisa membawa keberkahan walaupun harus dirumah saja semalaman.

Hari ini adalah hari kamis aku baru saja sampai dirumah ketika hujan menyapa bumi dengan bahasa yang Tuhan anugrahkan kepadanya, kulihat jam tanganku waktunya tepat mengingatkan agar aku segera mandi untuk melepaskan segala penat yang ada dan menggantinya dengan sebuah kesejukan dan kenikmatan sembari menunggu waktu isya yang tinggal beberapa menit lagi rasanya inilah kegiatannku yang tidak pernah ada habisnya perasaanku setiap hari kerja gilir siang pasti seperti itu. sebagai pekerja tambang setiap pagi jam enam aku sudah harus siap berangkat kerja, malam harinya jam tujuh malam baru sampai kerumah. sebuah jadwal kerja yang sangat tidak biasa jika harus di bandingkan dengan tetangga yang seorang guru ataupun pegawai negri itu, setiap pagi mereka masih sempat berolahraga setelah subuhan ataupun waktu setelah bekerjanya masih sangat luang untuk ia sisihkan buat keluarganya, tapi aku selalu punya resep bahwa inilah nilai jihad yang Allah Swt lebihkan padaku karena sungguh aku tak kuasa untuk merubah semua ini kecuali aku resign kemudian mencari pekerjaan baru tapi rasanya aku harus berhitung lagi karena mencari kerja bukan pekerjaan yang mudah. "Abii.... airnya sudah siap" panggilan itu membuyarkan lamunanku aku segerah menoleh kulihat istriku sudah berdiri didepan pintu menungguku.

"Setelah mandi kitajamaah dirumah aja yah" pinta istriku, aku menggangguk karena sudah paham maksud istriku. Kebiasaanku sejak dulu memang seperti itu makan malam sepulang kerja kebanyakan sehabis sholat isya. Diluar hujan sedang lebatnya, konsekwensi logis dan syar'i nya sholat dirumah tidak menjadi masalah karena ada keringanan yang dibolehkan. Tapi seandainya kita bisa berjamaah di mesjid kenapa tidak tapi malam ini rasanya aku memang ingin sholat dirumah saja sekalian agar ifah si putri kecilku bisa sekalian meniruku.

Semua telah berjalan seperti biasanya karena rutin dilaksanakan semua berjalan seperti robot yang telah diprogram. Makan malam buatan istriku walaupun bukan yang terbaik tapi selalu yang kusuka dan selalu cukup untuk sekedar mengisi perutku yang kosong atau sekedar menegakkan tulang-tulangku ini. Sekali lagi kubuka tirai jendelaku, kulanjutkan dengan melihat jam tanganku waktunya sudah hampir tiba. "Kalau lagi hujan ga' usah jalan bi palingan yang lain juga begitu" aku hanya senyum, bayangan kasur empuk ditemani selimut mylove hadiah perkawinan dulu sungguh sangat nikmat ditengah hujan yang turun tiada habisnya rasanya tanpa aku beritahukan dulu ketidak hadirannku ustadz nya pasti dah mahfum dengan keadaanya yang seperti ini.

Jari tanganku menari di atas tuts hape nokia 3100 yang sebagian casing nya telah pecah dan kurekatkan kembali dengan isolasi bening, hape jadul yang selalu menemaniku setiap saat. Tak berapa lama kemudian terdengar ada balasan dari orang yang ku sms tadi. Jawabannya mengisyaratkan agar pertemuan dicancel saja jika tak memungkinkan tapi beiau sudah ada di mesjid sejak isya tadi.

Bayanganku tentang kasur empuk kubuang jauh ini adalah pembelajaran buat ku hatiku membatin. Ku ingat kisah parah sahabat yang harus terjun kemedan jihad walaupun ia tidak sempat menikmati malam pertamanya dan harus syahid disitu. kubandingkan dengan keadaanku Ya Allah rasanya aku malu karena tak sebanding dengan para sahabat nabimu rasanya pertemuan rutin ini sebagai wasilah untuk lebih mendekatkan diri padamu tak boleh ku sia-siakan ku ingat tentang ayat jihad itu berangkatlah kamu dalam keadaan ringan ataupun berat. Walapun ini bukan untuk berjihad qital tapi ini untuk berjihad menuntut ilmu berjihad untuk menyambung silaturahim dan berjihad untuk meninggalkan kenikmatan sesaat demi kenikmatan dari Allah yang tiada taranya.

Ditemani jas hujan pembagian dari perusahaan kuterobos seluruh sapaan hujan untuk bumi yang ia tuju.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Sabtu, 07 April 2012

Sabtu, 07 April 2012

PKS dan Opini Salah Garuk


"Kalau kalian kader pks, tolong ingatkan elit partai kalian tentang: tahu diri tariklah menteri,menteri kalian dari koalisi. Jangan cuma mau jabatan mentrinya doang. Sementra disisi lain sibuk menikam. Urusan ini prinsip sekali."

Kalimat ini ditulis oleh salah seorang tenam di frans pege FB nya. Ia tak sendiri cukup banyak kalangan yang menghujat pks atas aksinya menolak kenaikan harga BBM dalam sidang paripurna DPR. Ada yang mengatakan PKS bermain di dua kaki, PKS penghianat, PKS bunglon, dan sebagainya.

Sungguh saya merasa tergelitik melihat fenomena tersebut. Saya sangat khawatir, mereka yang beropini miring terhadap PKS mengidap penyakit salah garuk. Kepala yang gatal tapi kaki yang di garuk. Hidung yang gatal tapi tangan yang digaruk.

Manufer politik PKS yang nota bene anggota koalisi pemerintahan SBY-Budiono,sesungguhnya sah-sah saja dilakukan. Praktek Iikoalisi yang dilakukan oleh negara-negara yang sudah lebih lama menerapkan demokrasi persis sama dengan apa yang dilakoni oleh PKS. Di AS yang menganut sistem presidensial murni, kebijakan tertentu yang dikeluarkan pemerintah tak selalu mendapat sokongan partai koalisi. Sikap mereka terbelah jangan heran jika ada senator yang tidak mendukung kebijakan presiden dari partainya. Dan para senator tersebut tak lantas di sebut penghianat dan bermain dua kaki. Begitu pula dengan praktek koalisi di negara lainnya.

saya ingin mendudukkan persoalan koalisi ini dalam konteks yang tepat. Hujatan terhadap sikap PKS sangat tidak tepat karena akar masalahnya bukan karena PKS mbalelo tapi karena jenis kelamin sistem politik kita tak jelas. Sistem parlementarisme tidak, presidensialisme juga tidak. Negeri kita menganut sistem politik kombinasi: gabungan antara parlementarisme (multipartai) dan presidensial. Istilah koalisi hanya ada dalam sistem parlementer dan penggabungan dua sistem ini menimbulkan sedikitnya dua problem.

1. Terpisahnya pemilihan presiden dan parlemen memungkinkan terpilihnya seorang presiden yang tidak mendapatkan dukungan mayoritas diparlement.

2. Koalisi politik yang terbentuk sangat rapuh. Di satu pihak partai koalisi harus loyal pada presiden. Tapi dipihak lain, partai anggota koalisi dapat melakukan manufer di parlemen untuk membangun popularitas dan elektabilitasnya serta menyuarakan aspirasi pendukungnya.

Aksi PKS yang menolak tegas kenaikan harga BBM harus ditempatkan pada konteks diatas. Bahwa manufer cerdas semacam itu sangat dimungkinkan terjadi dalam sistem politik kita. Bahwa ada ruang yang terjadi bagi semua partai koalisi untuk bisa melakukannya. Bahwa ada celah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan politik jangka pendek dan jangka panjang.

Pertanyaannya mengapa hanya PKS yang tergerak melakukannya? Setidaknya ada dua hal.

Pertama, lemahnya posisi tawar, bercermin dari soliditas dan militansi kader PKS, saya melihat mereka bisa jadi merupakan satu-satunya partai koalisi yang paling banyak mengeluarkan keringat ketika pilpres 2009 lalu. Salah seorang elit PKS mengatakan bahwa hampir diseluruh TPS, kader merekalah yang menjadi saksi.

Kedua, orientasi partai koalisi lainnya ( PKB, PAN, PPP dan Golkar) Meminjam istilah Steven B Wolinetz: pencari-cari jabatan (office-seeking). Orientasi office seeking membuat perilaku partai lebih pragmatis jangka pendek terutama dalam mengejar posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Buat partai jenis tersebut, jabatan adalah segala-galanya. Kursi menteri adalah yang paling utama. Karena itu, mereka sangat tidak mungkin menolak kenaikan harga BBM karena takut kehilangan kursi menteri.

Tentu hal ini sangat kontras dengan PKS yang menurut saya memiliki orientasi policy seeking (pencari kebijakan). Bagi partai semacam ini kebijakan memiliki makna strat.egis dan vital terutama jika menyangkut kepentingan rakyat. Karena itu sangat mudah bagi mereka untuk menolak kenaikan harga BBM karena kebijakan tersebut.

Pada inilah kita akhirnya dapat melihat dengan jernih bahwa penolakan PKS bukan karena penghianat, bermain bermain di dua kaki atau menikam dari belakang. Hanya mereka yang masih salah garuk saja yang beropini demikian.

Karena itu izinkan saya mengutip pendapat salah seorang profesor ilmu politik indonesia yang juga tokoh reformis, Amin Rais. Saya berharap mereka yang masih miring dengan kelakuan PKS bisa berubah setelah membacanya.

Kata Amin Rais seperti dimuat dalam www.vivanews.com rencana pemerintah harga BBM adalah kebijakan yang melanggar konstitusi. Oleh karena itu ia meminta PAN bersikap tegas dan tidak perlu mengikuti sikap mitra koalisi lain yang mayoritas mendukung kebijakan tersebut.

"Koalisi yang membabi-buta namanya bukan koalisi, tapi jadi agen atau klien," kata Amin di kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis 22 maret 2012.

Masih sinis dengan PKS????

Sumber: disini
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kultwit @MahfudzSiddiq :"Pengkhianatan Koalisi PKS"


Mahfudz Siddiq
Wakil Sekjen PKS
@MahfudzSiddiq

1. Nih "Pengkhianatan Koalisi PKS" versi
Setgab: 1. Dukung angket Century, 2.
Dukung angket mafia pajak dan 3.
Tolak naik harga BBM.

2. Apakah untuk 3 kasus tsb koalisi
satu suara? Tidak. Bbrp partai koalisi
beda dgn pemerintah. Tp label
"pengkhianat" ditujukan hanya ke
PKS.

3. PKS dukung angket Century jelas
krn perampokan Bank yg kemudian
ditutup uang negara hrs diusut dan
tdk boleh jadi pola berulang!

4. PKS dukung angket mafia pajak jelas
krn rugikan potensi penerimaan
keuangan negara puluhan bahkan
ratusan trilyun per-tahun. Kasus
Gayus??

5. PKS tolak harga BBM naik jelas krn
masih ada solusi lain dan masy tdk
siap dan tdk mampu. Faktanya skrg
harga minyak dunia terus turun!

6. Sekarang media ributkan
"kejanggalan" APBNP yg diduga ada
"barter" soal uang negara tuk
gantirugi korban "Lapindo". Ada
kaitan dgn isu BBM??

7. Jika ada yg paham hebatnya mafia
BBM di Indonesia, siapa paling
diuntungkan jika BBM subsidi jadi
naik 1 april lalu? Pastinya bukan PKS!

8. PKS koalisi dgn Pres SBY krn mau
bantu negara dan rakyat. Bukan
bantu seorang SBY dan PD.

9. Koalisi pernah disebut pengamat sbg
"kerumunan politik yg sarat
kepentingan". Jadi wajar kalo ada
intrik, saling incar, belah bambu, etc!

10. Saya tdk kaget jika seorang Ketum
partai besar tiba2 jadi jubir istana
tuk katakan bhw "PKS tlah
berkhianat". Kami tdk akan komen ttg
Anda!

11. Saya jg tdk kaget ktk bbrp partai
Islam minta PKS tdk dukung PT
tinggi yg diusul 3 parpol besar dlm
UU Pemilu. Kami setuju. Lalu Anda
skrg??

12. Banyak pihak nilai pemerintah asyik
dgn pencitraan. Aneh saat PKS tolak
harga BBM naik, buru2 mereka
tuding PKS cari pencitraan. Haha..?!

13. 2 periode, PKS tahu persis bgm
manajemen koalisi dijalankan.
Yakinkah bhw proses pengambilan
keputusan baik jika style leadership
sprt ini?

14. Amar ma'ruf - Nahi munkar: prinsip
PKS dlm berpolitik, baik di dalam
ataupun di luar pemerintahan.
Katakan kebenaran meski pahit
(resikonya)

15. PKS tdk punya media besar tuk
bangun opini. Media kami adl nurani
& akal sehat rakyat ini yg paham soal
century, mafia pajak & kisruh BBM!

16. PKS mmg partai seumur jagung tp
pelajaran sejarah menyambung
umur perjuangan kami tuk sadar
dan paham bertindak. Meski banyak
yg blm sadari.

17. Kepada kader PKS trus arungi
gelombang samudera dgn sampan
kecil kalian! Kelak kapal2 besar yg
akan karam akan butuh "tangan"
kalian!

18. Kader PKS: Trus pelajari sejarah,
firasati keadaan dan bertindak tanpa
pamrih untuk kebaikan
sebanyak2nya orang di sekeliling
kalian!

19. Selamat berhari libur, tp jgn sekali2
liburkan nurani & akal kita! Rakyat
negeri ini sdh lama lelah dgn
keadaan, tp mrk msh simpan
harapan!
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 05 April 2012

Kamis, 05 April 2012

Doa Ulang Tahun PT.BC ke 29


Ya Allah kembali kami bermunajah kepadamu dengan segenap rasa syukur kami yang tak terhingga bahwa di hari ini nikmat umur, kesehatan dan kesempatan masih engkau curahkan kepada kami hamba-hambamu

Ya Allah... Ya Gofur
Hari ini adalah tepat usia ke 29 bagi PT. Berau Coal, perusahaan yang sama-sama kita cintai. Perusahaan yang selama ini menjadi wasilah bagi kami untuk mencari rezeki kepadamu.

Ya Allah... Ya Rahman
Jadikanlah setiap umur yang Engkau berikan kepada PT. Berau Coal ini adalah umur yang berberkah. Jadikanlah setiap usahanya adalah usaha yang berberkah bagi kami dan orang-orang di sekitar kami.

Di usia yang ke 29 ini jadikanlah setiap usahanya adalah usaha-usaha yang patut menjadi contoh oleh segenap perusahaan di negeri ini. Jadikanlah setiap kebijakannya kepada stakeholder adalah kebijakan yang bisa mencerminkan indahnya rasa saling membutuhkan.

Jadikanlah setiap kegiatannya adalah kegiatan yang selalu membawa manfaat bagi kami dan orang-orang di sekitar kami. Jadikanlah kehadirannya adalah kehadiran yang dapat bernilai dunia dan akhirat bagi kami dan orang-orang di sekitar kami.

Ya Allah.... Ya Rahim
Di usia yang ke 29 ini kami sadar tantangan dan persaingan dunia usaha semakin maju dan kompetitif begitupun dengan target-target produksi dan kesehatan serta keselamatan kerja di tambah lagi dengan kepedulian kami kepada lingkungan, semua telah kami targetkan dan semakin bertambah dan maju pesat.

Tapi apapun usaha dan perencanaan yang telah kami buat dan rencanakan takkan bisa terwujud tanpa campur tangan darimu ya Allah semuanya takkan bernilai tanpa ridho dan rahmat darimu Ya Allah, maka ridhoilah setiap usaha kami ini Ya Allah.

Mmudahkanlah setiap urusan dan usaha kami ini ya Allah. Mudahkanlah pencapaian target produksi kami 23 juta ton di tahun ini tanpa kami harus bersedih ada teman sepekerja kami yang cacat atau terbaring di rumah sakit karena kecelakaan. Apalagi kalau kami sampai kehilangan teman sepekerja kami karena kecelakaan ya Allah.

Ya Allah berikanlah selalu kesehatan dan keselamatan kepada segenap pemimimpin-pemimpin kami jajaran management PT. Berau Coal beserta mitra kerjanya sekaligus kepada kami para pekerjanya. Kuatkanlah selalu hati-hati kami bimbinglah kami agar selalu berpikir dan bertindak yang dewasa.

Ya Allah...... Ya Mujiba sa'ilin
Hanya kepadamulah kami memohon karena hanya Engkaulah sebaik-baik penolong kami. Hanya kepadamulah kami serahkan segala urusan kami karena hanya engkaulah yang maha mengetahui segala urusan makhlukmu. Ijabah doa kami ini Ya Allah, ijabah permohonan kami ini ya Allah. Berkahi usaha kami ini dengan namamu yang Maha Pemurah Ya Allah, dengan namamu yang Maha Pemberi Rezeki Ya Allah.

Oleh : herman abb
Published with Blogger-droid v1.7.4

Minggu, 01 April 2012

Minggu, 01 April 2012

Banjir..."belajar sama ahlinya"

banjir tahunan di tanjung redeb

Setiap tahun yang namanya banjir seingat saya pasti terjadi di berau ini, tapi kali ini adalah yang sangat parah ataupun mungkin pernah juga lebih parah tapi saya ga tahu kali yah, tapi apapun itu yang namanya banjir bukan untuk dibuat tabelnya berdasarkan sklanya tapi bagaimana banjir itu gak akan pernah terjadi lagi, saya sebagai warga Tanjung Redeb patut kuatir dengan hujan yang semalam saja dampaknya sudah sedemikian parah apatah lagi kalau hujannya sampai berhari hari bisa saja rumah saya yang hari ini masih aman kerendam juga akhirnya.

Dari selayang pandang diatas mungkin ada yang berpikir bahwa saya akan memberikan solusi yang dapat mengatasi banjir ini tapi maaf beribu maaf saya hanya berusaha agar setiap kejadian bisa menjadi sebuah tulisan sebagai sarana belajar tapi apapun itu semoga subtansi dari masalah ini tidak hilang begitu saja bahwa banjir adalah masalah bersama yang harus di minimalkan atau di cegah sama sekali sejak dini sehingga tidak menjadi sebuah penyakit yang akut dikemudian hari dan rasanya komitmen ini harus di miliki oleh setiap orang terlebih lagi adalah pemerintah.

Belajar dari ibukota negara kita Jakarta tentu kita tidak ingin seperti itu walaupun telah di berikan kepada ahlinya tetap saja banjir masih terjadi kenapa bisa sebap terjadi kesalahan persepsi dari pengertian banjir itu sendiri, kalau warga jakarta air yang menggenangi rumahnya dan jalan jalan sekitar sudah cukup untuk di sebut banjir tapi gubenurnya malah bertanya mana banjirnya kelihatannya gak ada yang hanyut padahal air sudah sampai lututnya.cape dueh pejabat aja bisa ngeles.

Nah kita diberau ini sebenarnya gak se ekstrim di jakarta lah tapi potensinya sama bahkan bisa jadi lebih parah lagi kalau jakarta hulunya yang dulu hutan pinus dan jati malah jadi hutan beton dan vila kita di berau malah lebih parah lagi hutannya sekalian di habisin jadikan tambang nah loh apa ga patut kuatir kita tapi harusnya semua perlu di buktikan jadi ga asal nuduh saja.

Sesuai judul tulisan ini rasanya pemerintah kita emang harus belajar kepada ahlinya untuk mengatasi banjir ini syukur syukur ga usah belajar tapi bisa ngatasi banjirnya tentu ini lebih hebat lagi tapi yang terpenting jangan menganggap banjir hari ini sebagai hal yang biasa kemudian diam saja tanpa action.semoga
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 29 Maret 2012

Kamis, 29 Maret 2012

Perpisahan...

Banyak prilaku orang yang mungkin akan sangat berkesan bagi kita terlebih lagijika orang itu pernah mempunyai tempat di hati kita sebab ia
selalu ada memberi solusi atas permasalahan kita, ataukah ia selalu menjadi motifator yang bisa kita andalkan ataukah ia adalah orang yang tanpa harus berkata apa apa sudah bisa memberikan kita semangat karena prilakunya ataukah senyumnya ataupun hal lain yang ada padanya. Sungguh bahagia rasanya mempunyai orang dekat seperti ini tapi satu kesalahan yang yang terkadang sering kita lakukan adalah kita tidak pernah menghargai itu semua intensitas yang terlalu tinggi mengakibatkan kita merasa hal hal mulia seperti adalah hal yang wajar seperti halnya ketika kita menganggap wajar pekerjaan istri kita yang setiap hari memasak mencuci dan melayani kita serta seabrek pekerjaan rumah yang lainnya yang apabila istri kita minta untuk di gaji maka rasanya akan membuat kepala kita pening juga. Itulah kekurangan kita keseringan membuat kita menganggap hal hal mulia itu menjadi biasa.

Dan mungkin ini juga yang saat ini saya rasakan. Hari minggu kemarin menjadi hari terakhir kebersamaan kita dengan sosok guru teman orang tua dan sekaligus ustadz kita yang sangat kita cintai. Walaupun hanya sementara tapi sosok beliau telah memberikan warna tersendiri kepada sekian banyak jamaahnya terlebih bagi kami yang pernah belajar langsung kepadanya. Ketiadaanya telah membuktikan bahwa keahadirannya sangat berharga dan bernilai bagi kami. Ketiaadaannya telah membuktikan bahwa kerjanya begitu nyata dan berarti bagi segenap orang yang pernah mengenalnya dan ketiadaanya juga menjadi tanda tanya akan kah kita mengenal orang seperti itu di kemudian hari.

Kita selau berharapa agar dapat bertemu kembali.amin
Published with Blogger-droid v1.7.4

Senin, 19 Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Tersenyumlah di Jalan Dakwah ini

Nada dering Handphoneku berbunyi. Sebuah SMS dari seorang sahabat.

“Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tidak terpenuhi, lelahmu akan menjadi hiasan di tamanNya. Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu! Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, Akh! Fikirkanlah tentang KONTRIBUSI yang dapat kita berikan. Semoga Allah senantiasa mencintaimu.”

Jumat, 09 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

Budaya Bohong


Sebuah iklan di media televisi menunjukkan bahwa ketika  sedari kecil kita telah terbiasa berbohong maka bisa jadi sampai ketika kita beranjak dewasa kita akan terbiasa berbohong. Berbohong adalah pangkal dari segala perilaku buruk kita dengan berbohong apa saja akan kita lakukan untuk menutupi perilaku buruk kita.

Kamis, 08 Desember 2011

Kamis, 08 Desember 2011

Kesehatan dan Keselamatan Kerja



Bekerja di sebuah perushaan yang bergerak di bidang pertambangan kita tentu dituntut agar lebih sadar terhadap aturan tentang kesehatan dan keselamtan kerja bukan karena dunia pertambangan saja yang butuh keselamatn tapi karena disini reward dan punismentnya sangan jelas sehingga pelaku pertambangan diwajibkan bekerja ekstra keras untuk menangani hal ini apabila masih ingin eksis meraup untung disini

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabtu, 03 Desember 2011

Liqo Baru Agenda Baru


"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Hasyr 18)
 

Senin, 14 November 2011

Senin, 14 November 2011

Jamaah Kita



Dalam sebuah pertemuan dengan keluarga, istri saya sempat ditanya oleh keluarga yang lain tentang kegiatan saya yang katanya aktif di pengajian “PKS”, saat itu kebetulan topic hangat pembicaraan ibu ibu adalah mengenai  berbagai macam kelompok pengajian yang ada di Tanjung Redeb ini. Kayaknya Ini semata bukan karena bergesernya kebiasaan mereka membicarakan yang lagi hangat di infotaiment tetapi lebih karena pada hari itu persiapan seorang keluarga  yang akan menikah dengan seorang wanita yang katanya berjilbab besar dan bercadar .Yang  tentu ini merupakan pemandangan yang tidak lazim bagi sebagian mereka.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates